Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • mukenasutra 2:01 am on March 25, 2011 Permalink | Balas  

    Tips Mencuci dan Merawat Mukena 

    Agar mukena tetap bersih dan menawan Anda harus tahu cara merawat yang benar sesuai jenis bahan kainnya.

    Mukena menjadi harta tersendiri bagi wanita yang harus dijaga kesuciannya, karena dengan mukena inilah kita menghadap Allah. Memilih mukena yang menawan, berkualitas tinggi dan berharga mahal mungkin menjadi pilihan Anda sebagai bentuk penghargaan yang tinggi untuk beribadah. Namun jangan lupa, penghargaan tersebut tidak ada artinya jika Anda tidak bisa merawatnya. Mewah atau sederhana mukena Anda, akan sama berharganya jika dirawat dan digunakan dengan baik.

    Tiga hal yang harus Anda perhatikan adalah cara mencuci, menyetrika dan menyimpan mukena yang harus disesuaikan dengan bahan kainnya. Berikut ini adalah beberapa tips untuk tiga jenis bahan yang berbeda.

    Katun

    Selalu biasakan membaca label yang disertakan dalam produk tekstil. Namun secara umum, katun cukup tahan untuk dicuci dan dikeringkan dengan mesin cuci. Warna pada bahan katun dapat bertahan lebih lama jika Anda mencucinya dengan air dingin. Penggunaan bahan pemutih juga bisa digunakan pada bahan katun, hanya saja penggunaan yang terlalu sering akan merusak serat kain. Katun mudah kusut, sehingga akan sering untuk disetrika. Gunakan pelicin pakaian untuk memudahkan proses menyetrika. Perawatan untuk bahan katun tidak sulit, cukup menyimpannya di tempat yang tidak lembab dan terhindar dari matahari langsung.

    Sutra

    Tidak semua sutra bisa dicuci secara dry clean. Cara teraman adalah mencuci sutra dengan deterjen yang sangat lembut (beberapa merek lokal sudah mengeluarkan produk untuk ini), bisa juga dengan menggunakan baby soap atau shampo rambut untuk menjaga kelembaban alami kain. Rendam mukena dalam larutan tersebut dan bilas dengan air dingin. Hindari untuk mengucek dan memeras mukena. Gantung di tempat yang terhindar dari matahari langsung dan biarkan sampai kering.

    Sutra disetrika pada panas rendah hanya jika diperlukan saja, dengan melapisi mukena sutra yang akan disetrika dengan kain tipis untuk menghindarkan sutra dari panas langsung. Mukena sutra harus digantung dengan hanger yang khusus untuk kain sutra dan disimpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Beri penyerap kelembaban dan anti jamur di tempat menyimpannya.

    Parasut

    Kain parasut ini termasuk dalam bahan nylon yang pencucian dan perawatannya cukup mudah. Parasut cukup kuat untuk dicuci dengan mesin cuci, namun sebaiknya tidak dicampur dengan bahan kain lain. Sebaiknya tidak menggunakan bahan pemutih pada bahan parasut karena serat kain parasut mudah rusak. Jika Anda mengeringkan bahan parasut dengan mesin, pilih pengaturan yang paling rendah panasnya dan segera keluarkan dari mesin ketika selesai. Hal ini karena kain parasut mudah kering, dan jika sangat kering bahan kain bisa menjadi bergelombang. Penggunaan pelembut saat membilas juga bisa menghindarkan efek ini.

    Mukena parasut disetrika hanya jika diperlukan saja, itu pun dengan panas rendah. Perawatan mukena parasut juga tidak sulit, cukup hindarkan mukena dari sinar matahari langsung dan simpan di tempat yang tidak lembab.

    Sumber: Kapanlagi.com

     
  • mukenasutra 3:17 am on March 9, 2011 Permalink | Balas  

    pakaian solat… 

    Pakaian atau mukena layak shalat yang kadang kurang kita perhatikan apabila kita tidak membawa peralatan shalat dari rumah atau hijab (pakaian) kita yang kurang memenuhi syariat untuk shalat misalnya kotor tapi tetap saja kita shalat dengan pakaian tersebut.

    Seringkali kita sembarangan memakainya, entah mukenanya kebalik, bawahan mukena bolong dan robek, mukena milik umum yang bau nya naudzubillah min dzalik karena sudah tidak dicuci mungkin berbulan-bulan tapi tetap kita kenakan untuk menghadap Ilahi, menunaikan ibadah yang kelak akan dihisab pertama kali nanti, yaitu shalat.

    Kadang kita lupa, kita hanya sekedar menunaikan kewajiban tapi lupa adabnya, lupa etika nya, lupa sopan santunnya, padahal kita mau menghadap kepada Yang Maha Menciptakan kita, Yang Maha Berkuasa, Yang Menggenggam jiwa kita. Ya, adab yang kadang kita lupa (kan) atau (ter) lupa, lain hal jika Presiden memanggil (serasa menteri, hehehe) atau ada orang penting dalam kehidupan kita memanggil, atau menghadiri undangan pernikahan tentu kita akan memakai pakaian terbaik, rapih, bagus dan bersih, dan tidak mungkin kita memakai pakaian yang rok nya bolong atau sobek, jilbabnya bau tak sedap atau pakaiannya seperti ketumpahan kopi yang hitam pekat, pastinya kita akan menyiapkan busana yang terbaik.

    Sudah seharusnya itu pula yang kita persiapkan ketika Alloh memanggil kita melalui adzan yang berkumandang untuk shalat menghadapnya, menyiapkan jasad kita, hati, pikiran dan tentu saja pakaian yang kita kenakan untuk menghadapNYA saat shalat termasuk menyiapkan mukena layak shalat. Karena Alloh menyukai keindahan, dan mengenakan pakaian (mukena) layak shalat pun salah satu bentuk keindahan tadi disamping juga merupakan adab kita kepada Pemilik Jiwa kita, Alloh Subhanahu Wata’ala…

    Mari mulai sekarang sama-sama kita persiapkan pakaian atau mukena layak shalat, dan tulisan ini pun menjadi pengingat penulis untuk berupaya menyiapkan pakaian atau mukena yang layak digunakan untuk shalat.

    Wallahu’alam…

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.